Pada tahun 2000, di New York City, penulis bersama sejumlah aktivis dan rakyat Aceh yang berstatus suaka Politik, Dan berkesempatan bertemu langsung dengan Wali Negara Aceh, Alm Tengku Hasan Muhammad di Tiro. Dalam pertemuan ini diawali dengan penyambutan beliau di bandara. Setibanya di lokasi, Hasan di Tiro menyapa rombongan dengan senyuman dan lambaian tangan, mencerminkan sikap rendah hati dan kedekatan beliau dengan rakyat Aceh di pengasingan.
Pertemuan dilanjutkan dalam suasana kekeluargaan yang sarat nilai adat Aceh. Sebagai bentuk penghormatan, disajikan hidangan khas Aceh, dan seluruh peserta duduk di lantai mengikuti tradisi adat Aceh. Praktik ini mencerminkan upaya kesadaran masyarakat Aceh di pengasingan untuk mempertahankan identitas budaya dan adat istiadat, meskipun berada jauh dari tanah kelahiran.
Peristiwa ini memiliki makna historis penting sebagai bagian dari rekam jejak aktivitas diaspora Aceh di luar negeri, sekaligus menunjukkan kesinambungan nilai adat, solidaritas, dan hubungan simbolik antara pemimpin perjuangan Aceh Merdeka dan masyarakat Aceh di pengasingan pada masa konflik.
Penulis adalah penduduk Amerika berstatus suaka politik Tgk. Bustami Ibrahim



Bismillahirrahmannirrrahhim